PENYAKIT CACING GILIK PADA TERNAK SAPI DAN KERBAU

Apakah Nematodosis itu?
Nematodosis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing gilik (Klas: Nematado). Di dalam saluran pencernaan cacing ini merampas sari makanan yang diperlukan oleh tubuh ternak (hospes), penghisap darah/cairah tubuh ternak atau makanan jaringan tubuh ternak. Dalam jumlah banyak menyebabkan penyumbatan (obstruksi) usus dan menyebabkan terjadinya berbagai macam reaksi tubuh yang diakibatkan oleh racun (toksin) yang dihasilkan oleh cacing.

Apa Penyebabnya?
Nematoda Gastrointestinal (cacing gilik) yang sudah diketahui sampai saat ini lebih kurang spesia yang meliputi, diantaranya:
1. Ascaris Vitulorum (cacing gelang)                        6. Trichostrongylus sp.
2. Oesophagusomium spp (cacing bungkul)            7. Ostertagia sp. (cacing lambung)
3. Bunostomum sp. (cacing kait)                              8. Cooperasi sp.
4. Angiuostomum sp. (cacing kait)                           9. Chabertia sp.
5. Haemonchus contortus (cacing kawat)               10. Trichuris sp.
Cacing_Gilik
 Hewan Apa Yang Dapat Terserang?
Cacing Gilik dapat menyerang berbagai tenak terutama ternak ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba), pada jenis tertentu dapat menyerang manusia

Daur hidup Hemonhus Contortus, Trichostrongylis sp, Ostertadgia sp, Cooperia sp adalah sama yaitu:
Cacing Gilik

Bagaimana Ternak Bisa Tertular?
Penularan pada Ascariasis terjadi bila telur-telur cacing yang efektif tertelan atau dapat melalui kolostrum. Pada Hemonchus Contortus, Trichostrongylus sp, Ostertagia sp, cooperia sp, Oesophagustomum sp, Chabertia sp, Trichuris spp. Penularannya melalui tertelannya larva yang infektif, sedangkan untuk Bunostomum sp., larvanya juga bisa menembus kulit

Bagaimana Gejalanya?
Gelaja yang ditimbulkan ole penyakit ini adalah meliputi:
Cacing Gelang: gejala yang tampak diare, kekurusan, tercium bau asam butirat, kulit kering dan hewan mati karena karena komplikasi gelaja ini umumnya ditemukan pada anak sapi umur 2-20 minggu.
Cacing Bungkul: gejala tidak begitu jelas, hanya kurus, tinja hitam, lunak bercampur lendir dan kadang-kadang bercampur darah segar.
Bunostomum sp.: gejala yang tampak terutama anemia, kurus, kulit kasar, kadang-kadang dijumpai adanya busung di bawah rahang (botle jaw), diare berwarna coklat tua.
Cacing Lambung: gejalanya mirip di atas tetapi berhubung cacingnya berada di aomasum, maka gejala diare jarang terjadi. Pada infeksi berat akan terjadi konstipasi.

Bagaimana Cara Diagnosanya?
Diagnosa bisa dilakukan dengan pemeriksaan telur cacing pada feses dengan Uji Apung dan Metode Wiscounsin. Untuk pengambilan spesimen dapat diambil feses langsung dari rectum dan diawetkan dalam Formalin 10 persen.

Bagaimana Cara Pengobatannya?
Pengobatan bisa dilakukan dengan cara :
1. Piperzine (dosis tunggal)
2. Sapi dan kerbau 275 mg/kg berat badan
3. Kambing dan domba 400 mg/kb berat badan
4. Levamisol 8 mg/kg berat badan
5. Pyrantel pamoat 5 mg/kg berat badan
Cacing_Gilik 2