PENINGKATAN ASUPAN GIZI TERNAK SAPI MELALUI PERBAIKAN MUTU PADANG PENGGEMBALAAN

Oleh : SURYADI ALI KANTONG
Suryadi

PENDAHULUAN

Ketidakseimbangan penyediaan hijauan pakan ternak yang terjadi sepanjang tahun disebabkan karena produksi hijauan yang terdapat di Nusa Tenggara Barat mengalami kelebihan di musim penghujan dan kekurangan di musim kemarau.  Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap ternak ruminansia dan mengakibatkan penurunan berat bedan dan gangguan reproduksi akibat kekurangan makanan.

Ketersedian pakan baik dari kualitas, kuantitas serta kesinambungan sangat mempengaruhi produksi dan produktifitas ternak terutama ternak herbivora walaupun ternak-ternak lain seperti babi dan unggas juga membutuhkan sejumlah hijauan dalam ransumnya.  Makanan ternak harus mengandung beberapa zat gizi antara lain energy, protein, mineral, vitamin dan air.   Rukmana, 2005. Menyatakan bahwa, zat gizi pada makanan ternak mempunyai beberapa manfaat bagi ternak diantaranya sebagai berikut :

  1. Memelihara dan mempertahankan tubuh ternak, baik untuk bernapas, denyut jantung maupun bergerak di tempat
  2. Membangun jaringan tubuh untuk pertumbuhan sehingga ternak menjadi gemuk
  3. Membangun pertumbuhan janin dalam kandungan induk ternak yang sedang bunting
  4. Memproduksi air susu pada induk ternak yang baru melahirkan dan sedang menyusui
  5. Memproduksi tenaga pada ternak yang digunakan untuk kerja.

Ketersediaan gizi ternak sesuai standar minimal belum dapat dicapai melalui sistem beternak secara ektensif dimana ternak dilepaskan mencari makanan pada daerah-daerah yang kurang subur dan memiliki vegetasi rumput alam.  Jika kondisi tersebut berlangsung secara terus menerus,  perlahan tapi pasti ternak akan mengalami kekuragan gizi ( Malnutrisi ).

Berbagai upaya melalui rekayasa teknologi telah dan akan dilakukan dalam meningkatkan produktivitas lahan untuk memaksimalkan fungsi lahan sebagai basis ekologi pendukung pakan hijauan, salah satunya adalah pengembangan padang penggembalaan sistem partial cultivation yaitu padang penggembalaan yang diintrodusir hijauan makanan ternak unggul.  Dengan intodusir hijauan pakan ternak unggul tersebut diharapkan kualitas padang penggembalaan dapat ditingkatkan menjadi padang penggembalaan yang mampu menyediakan hijauan makanan ternak yang bernilai gizi tinggi dan secara konstinyu sepanjang tahun.

TUJUAN

Kebutuhan gizi ternak tidak dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi rumput alam sehingga perlu perbaikan kualitas padang penggembalaan dengan mengintrodusir hijauan pakan ternak unggul dengan tujuan :

  1. Meningkatkan palatabilitas karena adanya introdusir hijauan yang memiliki nilai gizi tinggi
  2. Meningkatkan kualitas padang penggembalaan
  3. Meningkatnya asupan gizi tenak karena mengkonsumsi hijauan yang bergizi tinggi

KEBUTUHAN GIZI TERNAK SAPI

 Faktor yang menjadi pedoman pakan ruminansia adalah kandungan protein, energi, karbohidrat, dan bahan kering pakan, serta ketepatan proporsi masing-masing sehingga sesuai dengan kebutuhan ternak sapi  (McDonald dkk., 1992).  Kebutuhan nutrisi ternak sapi ditentukan dengan berbagai cara dan indikator,  salah satu yang digunakan adalah dari N.R.C. Nutrient Requirement of Dairy Cattle tahun 1978.  Sebagai contoh adalah kebutuhan untuk pengemukan pedet dan sapi muda jantan dari sapi perah seperti pada tabel Tabel 1.

Berdasarkan tebel tersebut, bahwa kebutuhan protein kasar ( PK ) sapi perah bervariasi sesuai dengan berat badan dan pertambahan bobot badan harian.  Semakin tinggi bobot badan dalam arti sapi semakin tua, maka semakin rendah akan kebutuhan protein kasar, karena protein berfungsi untuk pertumbuhan sebagaimana dikatakan oleh Anggorodi (1979) bahwa fungsi protein dalam tubuh adalah : (1) memperbaiki jaringan, (2) pertumbuhan dari jaringan baru, (3) metabolisme untuk energi, (4) metabolisme kedalam zat-zat vital dalam fungsi tubuh, (5) enzym-enzym yang esensial bagi fungsi tubuh yang normal dan (6) hormon-hormon tertentu.

3  Sapi Tambora

Selengkapnya baca berikut ini..