MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK UNGGAS

Oleh: Ir. Femi Febriana

Ternak unggas (ayam dan itik) memegang peranan penting dalam penyediaan protein hewani yang mudah dan murah didapat serta mendukung perekonomian masyarakat.  Berdasarkan Statistik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB tahun 2015  populasi unggas lokal sebanyak 17.214.930 ekor yang terdiri dari ayam buras 6.660.868 ekor, layer 350.025 ekor, broiler 9.103.809 ekor  dan itik  1.100.228  ekor.

Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perunggasan, hal ini terlihat dari besarnya jumlah rumah tangga peternak khususnya yang memelihara ternak itik dan ayam kampung.

Jumlah pondok Pesantren di NTB terhitung cukup banyak yang tersebar pada sepuluh kabupaten kota yang sebagian besar berlokasi di wilayah pinggiran dan sebagian telah memiliki aset lahan yang luas, kondisi ini sangat cocok untuk pengembangan ternak terutama ternak unggas. Pengembangan unggas lokal berbasis pesantren di arahkan untuk menjadi  unit usaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraah dan kemandirian pesantren dalam pemenuhan protein hewani di lingkungan pesantren, disamping itu juga untuk menumbuhkan dan memperkuat sentra-sentra unggas lokal. Sejalan dengan tujuan kegiatan pengembangan unggas lokal dilakukan dalam bentuk usaha budi daya yang produktif seperti pembesaran untuk menghasilkan produksi daging atau pemeliharaan untuk produksi telur.

selengkapnya baca