Juara 1 Tingkat Nasional Kategori Pemeliharaan Ternak Secara Ekstensifikasi

Primadona, begitu kata yang pas diucapkan untuk kelompok KTT Saling Pedi, desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa. Kelompok ini untuk pertama kalinya diusulkan untuk mengikuti lomba kelompok dengan kategori system pemeliharaan ternak secara ekstensifikasi, dan ternyata hasilnya begitu primadona, Juara 1 Tingkat Nasional, mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp.5.000.000,-. Terlepas ada tidak kaitannya dengan Tim Penilai yang terdiri atas Pakar Usaha Perbibitan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Abdurraman, MSc, dan Tim dari Direktorat Budidaya dan Perbibitan Kementerian Pertanian RI Ir. Primadona, tapi yang jelas, kelompok KTT Saling Pedi telah menunjukan diri sebagai kelompok yang focus mengembangkan usaha perbibitan dengan pola pemeliharaan ternak secara ekstensifikasi. Menurut Ketua Tim Penilai, Ir. Primadona (Direktur Budidaya Ditjennakwan) bahwa manajemen usaha ternak, penyediaan pakan ternak dan pengolahan pakan limbah pertanian secara sederhana dan lahan yang tersedia untuk mendukung usaha perbibitan harus bisa memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan usaha secara nyata, dan disatu sisi, mampu mendorong peningkatan produksi dan produktifitas ternak, yang pada akhirnya para peternak senang melakukan usaha karena mendapatkan manfaat yang sangat besar, baik secara financial maupun kelanjutan usaha.

                Pada dasarnya, usaha peternakan dapat dikelompokkan menjadi usaha pembibitan dan usaha budidaya. Untuk mewujudkan kemandirian penyediaan benih, bibit, indukan, dan bakalan diperlukan pelaku usaha yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu membangun usaha pembibitan yang berdaya saing dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan posisi tawarnya sebagai usaha perbibitan yang mandiri dan produktif. Menurut Ir. Primadona, Banyak sekali program pemerintah dalam mengembangkan kelompok-kelompok tani ternak, baik berupa pengembangan usaha budidaya, distribusi calon induk, penyebaran pejantan pemacek, pemberian insentif bagi ternak betina bunting, stimulus kandang dan sarana prasarana lainnya, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kapasitas dan kemampuan mereka harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dimaksudkan untuk mendorong penumbuhan dan penguatan kelembagaan Kelompok Pembibitan, dalam menerapkan sistem agribisnis. Pendekatan kelompok pada usaha pembibitan juga memberikan peluang untuk pemberian sertifikat layak bibit.