Renja

RENCANA KERJA 2018

Sektor pertanian sebagai sektor andalan dalam pembangunan ekonomi serta untuk menekankan kembali arti pentingnya sektor pertanian dalam rangka ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional. Untuk menindaklanjuti program tersebut, Kementerian Pertanian telah meluncurkan Rencana Aksi Pemantapan Ketahanan Pangan 2015 – 2019 yang menetapkan lima komoditas pangan strategis, yakni padi, jagung, kedelai, tebu, dan daging sapi. Dari komoditas tersebut, yang perlu mendapat perhatian terbesar adalah komoditas (daging) sapi mengingat sampai saat ini impor daging dan sapi bakalan jumlahnya masih sangat besar.
Dalam rangka mempercepat pencapaian peningkatan produksi daging di dalam negeri guna memenuhi permintaan konsumsi masyarakat Indonesia, mengurangi ketergantungan impor terhadap daging dan ternak bakalan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha budidaya ternak ruminansia.
Kementerian Pertanian meluncurkan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab). Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka).
Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.
Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat,
Dalam mendukung program Nasional tersebut diatas, maka berpedoman pada RPJMD tahun Tahun 2013 – 2018, salah satu program prioritas daerah adalah meningkatkan ketahanan pangan, peningkatan ketahanan pangan merupakan peran penting sektor Pertaniaan secara umum, dan khususnya sector peternakan dalam penyediaan pangan asal ternak yaitu meningkatkan produksi daging dan telur bagi masyarakat NTB.
Program Unggulan daerah di sektor Peternakan adalah melalui program NTB BSS yang berorientasi pada peningkatan produksi hasil peternakan dan peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil peternakan yang diharapkan dapat mengembangkan minat masyarakat dalam penydiaan pangan hewani dan peningkatan nilai tambah produk peternakan sehingga akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis pedesaan.
ntuk memantapkan pelaksanaan dan pencapaian target kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB terutama dalam mensukseskan Pembangunan Peternakan secara komprehensif tahun 2018 perlu disusun Rencana Kerja Tahunan sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan anggaran secara komprehensif termasuk dukungan pengembangan SDM dan kelembagaan yang terkait dalam mendukung Pembangunan Peternakan secara komprehensif pada tahun 2018.

===================================================================

RENCANA KERJA 2017

Sektor pertanian sebagai sektor andalan dalam pembangunan ekonomi serta untuk menekankan kembali arti pentingnya sektor pertanian dalam rangka ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional. Untuk menindaklanjuti program tersebut, Kementerian Pertanian telah meluncurkan Rencana Aksi Pemantapan Ketahanan Pangan 2015 – 2019 yang menetapkan lima komoditas pangan strategis, yakni padi, jagung, kedelai, tebu, dan daging sapi. Dari komoditas tersebut, yang perlu mendapat perhatian terbesar adalah komoditas (daging) sapi mengingat sampai saat ini impor daging dan sapi bakalan jumlahnya masih sangat besar. Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi 2014 (PSDS 2014) yang telah dilalui merupakan kontrak kerja Kementerian Pertanian yang diarahkan dalam rangka mempercepat pencapaian peningkatan produksi daging sapi di dalam negeri guna memenuhi permintaan konsumsi masyarakat Indonesia, mengurangi ketergantungan impor terhadap daging dan sapi bakalan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha budidaya ternak ruminansia.

Merajuk pada semangat pembangunan di atas, pemerintah daerah Provinsi NTB periode Tahun 2013 – 2018 telah menetapkan visi pembangunan daerah, yaitu Terwujudnya Masyarakat NTB Yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera. Ada 7 (tujuh) Misi yang dihajatkan guna mewujudkan cita – cita (Visi) tersebut salah satu di antaranya adalah Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Mempercepat penurunan kemiskinan dan pengembangan keunggulan daerah melalui industri pariwisata, agroindustri, dan ekonomi kreatif berbasis budaya, sumberdaya lokal dan IPTEK.

Seiring dengan potensi dan peluang pengembangan ternak sapi sekaligus untuk memantapkan Brand Image pembangunan, pemerintah daerah telah menetapkan pengembangan 3 (tiga) komoditi yaitu Sapi, Jagung dan Rumput laut (PIJAR) sebagai komoditas unggulan daerah. Pencanangan Pembangunan Peternakan secara komprehensif (NTB BSS) pada tanggal 17 Desember 2008 oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Emas Ke – 50 NTB disertai penandatanganan kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian dengan Gubernur NTB.

Pada periode kedua kepemipinan TGB. Zainul Majdi sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat, Pembangunan Peternakan secara komprehensif tersebut pada prinsipnya dimaksudkan untuk mempercepat pencapaian populasi ternak sapi yang optimal sesuai dengan dayadukung wilayah dan potensi sumberdaya, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan peternak dan perbaikan mutu lingkungan, dilanjutkan dengan penguatan perbibitan ternak sebagai dasar pengembangan industrialisasi peternakan secara menyeluruh.

Untuk memantapkan pelaksanaan dan pencapaian target kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB terutama dalam mensukseskan Pembangunan Peternakan secara komprehensif tahun 2017 perlu disusun Rencana Kerja Tahunan sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan anggaran secara komprehensif termasuk dukungan pengembangan SDM dan kelembagaan yang terkait dalam mendukung Pembangunan Peternakan secara komprehensif pada tahun 2017.